Sejarah Kesultanan Cirebon

macan-prabu-siliwangi

Jauh sebelum berdirinya negara kesatuan yang bernama Republik Indonesia, wilayah ini dahulu masih bernama Nusantara yang mana di dalam wilayah ini berdiri kerajaan – kerajaan yang memiliki wilayah kekuasaannya masing – masing. Pada masa masuknya Islam ke bumi Nusantara, ada banyak sekali kerajaan yang berubah bentuknya menjadi sebuah kesultanan. Di Indonesia sendiri ada banyak kesultanan yang tersebar di berbagai penjuru daerah di tanah air yang beberapa di antaranya masih berdiri hingga saat ini.

Salah satu kesultanan yang terkenal yang ada di Indonesia khususnya di Pulau Jawa adalah Kesultanan Cirebon yang berdiri pada abad ke 15 Masehi, wilayah Kesultanan Cirebon berada di pesisir pantai utara dari Jawa Barat yang mana merupakan sebuah lokasi yang sangat strategis dan berada dalam jalur perdagangan yang penting antar pulau dengan pelabuhannya yang sibuk, selain itu Kesultanan Cirebon juga berada dijalur perdagangan darat yang sangat penting yang menghubungkanPulau Jawa bagian barat dengan Pulau Jawa bagian Timur, berikut ulasannya.

Sejarah Kesultanan Cirebon :

Masa Perkembangan Awal
Sejarah pemerintahan Kesultanan Cirebon berawal dari seorang saudagar kaya yang bernama Ki Gedeng Tapa di Pelabuhan Muarajati Cirebon, ia mulai membuka hutan dan membangun sebuah gubug dan sebuah jalagrahan pada tanggal 1 Syuro 1358 atau sekitar tahun 1445 Masehi, setelah itu mulai muncul para pendatang yang kemudian menetap dan membentuk masyarakat di Desa Caruban.

Masa Ki Gedeng Alang – Alang
Setelah terbentuknya sebuah masyarakat baru di Desa Caruban maka diangkatlah kepala desa yang pertama di Desa Caruban yakni Ki Gede Alang – alang dan sebagai wakilnya maka beliau menunjuk Raden Walangsungsang yang merupakn putra dari Prabu Siliwangi dan Nyi Mas Subanglarang atau Subangkranjang, setelah Ki GedeAlang – Alang wafat maka Raden Walangsungsang diangkat sebagai penggantinya.

Masa Pangeran Cakrabuana
Raden Walangsungsang yang diangkat untuk menggantikan Ki Gede Alang – Alang memiliki gelar Pangeran Cakrabuna yang merupakan anak pertama dari Prabu Siliwangi dan Nyi Mas Subanglarang, beliau kemudian mendirikan istana Pakungwati dan membentuk pemerintahan di Cirebon sehingga bisa dianggap bahwa yang mendirikan Kesultanan Cirebon adalah Pangeran Cakrabuana.

Masa Pendirian
Kesultanan Cirebon memiliki kaitan yang sangat dekat dengan Kesultanan Demak, Kesultanan Cirebon sendiri didirikan pada sekitar tahun 1552. Setelah sultan Cirebon yang pertama ini wafat pada tahun 1570 maka putranya yang pertama yang pada waktu itu usianya masih sangat muda menggantikan ayahnya sebagai sultan, ada yang mengatakan bahwa tokoh pendiri Kesultanan Cirebon adalah Sunan Gunung Jati.

Masa Sunan Gunung Jati
Setelah wafat, maka kesultanan diserahkan kepada keponakannya yang bernama Syarif Hidayatullah atau yang lebih dikenal sebagai Sunan Gunung Jati yang merupakan putra dari Nyai Rarasantang dengan Syarif Abdullah dari Mesir, Sunan Gunung Jati sendiri memiliki gelar Tumenggung Syarif Hidayatullah bin Maulana Sultan Muhammad Syarif Abdullah yang memimpin dengan bijaksana.

Kesultanan Cirebon merupakan sebuah kesultanan yang ada di Pulau Jawa di mana kesultanan ini pada jaman dahulu memiliki masa kejayaan di bawah pemerintahan Sunan Gunung Jati.

loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge