Delman, Alat Transportasi Sejak Masa Hindia Belanda Hingga Sekarang

delman alat transportasi

Ir. C. T. Deelman, merupakan sosok dibalik pembuatan kendaraan delman pertama. Beliau sebenarnya merupakan seorang ahli di bidang bangunan irigasi yang kemudian menjadi pemborong bangunan. Awal mulanya Tuan Deelman berkunjung ke Hindia Belanda tepat saat masa penjajahan Belanda. Sebagai seorang pemborong bangunan, beliau telah memiliki bengkel konstruksi besi.

Bengkel besi bernama Ijerconstructie werkplaats ini berlokasi di pinggiran Kota Batavia. Di bengkel besi inilah kereta kuda pertama kali diciptakan, dan diberi nama Deelman untuk mengabadikan namanya. Alat transportasi sederhana ini memiliki bentuk bak kereta beroda dua yang mengandalkan kuda sebagai alat penarik keretanya.

Kuda sendiri telah dikenal sebagai salah satu hewan yang diternakkan sejak lama, serta dikenal memiliki hubungan erat dengan manusia. Hewan satu ini juga dikenal memiliki tenaga yang cukup besar, sehingga mampu menarik kereta kuda dengan kapasitas tertentu. Sejak itulah kuda memiliki peran penting dalam hidup manusia.

Pada awal terciptanya delman, alat transportasi ini dimanfaatkan sebagai pengangkut serta memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain dalam waktu singkat. Lambat laun, kereta kuda ini kemudian beralih fungsi menjadi lebih kompleks. Mulai dari sebagai mata pencaharian, alat transportasi, serta menjadi salah satu cabang olahraga yang hingga kini masih diminati.

Adanya perubahan fungsi kereta kuda sudah mulai terlihat sejak masa Hindia Belanda. Sebab pada masa tersebut, kereta kuda ini telah digunakan sebagai alat rekreasi yang difungsikan dengan sumber penghasilan bagi para kusir. Kusir sendiri merupakan sebutan bagi pengendara kereta kuda yang siap mengantarkan penumpang ke arah tujuannya.

Pada masa itu pula, alat transportasi ini mampu meningkatkan perekonomian keluarga terutama bagi mereka yang memiliki kuda sendiri. Daripada hanya diternakkan semata, kemudian banyak masyarakat yang berinisiatif menjadikannya sebagai alat untuk mendorong kereta beroda tiga tersebut.

Menurut informasi yang berhasil didapatkan, kusir delman yang menawarkan jasanya di pusat keramaian seperti stasiun atau pusat perbelanjaan bisa mendapatkan rezeki berlipat. Selain mengantarkan para penumpang ke tempat yang ingin dituju, alat transportasi ini juga membantu pengguna jasanya untuk mengangkat sejumlah barang belanjaan.

Kereta kuda sederhana ini juga kerap digunakan sebagai moda transportasi khusus untuk perjalanan jarak jauh. Bahkan kereta kuda ini kerap digunakan sebagai angkutan antar kota, jauh sebelum kemunculan kereta api serta kendaraan bermotor lainnya di tanah air. Bahkan perubahan fungsinya sendiri semakin terlihat dari tahun ke tahun.

Hingga pada akhirnya, kendaraan beroda tiga ini mulai digunakan sebagai moda transportasi untuk menempuh perjalanan pendek seperti dari satu desa ke desa lainnya. Kondisi ini terjadi akibat munculnya peraturan ketat, dimana beberapa kota sudah selangkah lebih maju berkat kemunculan angkutan umum bertenaga mesin yang dianggap lebih canggih dan cepat.

Memasuki tahun 1950an, jumlah alat transportasi ini mulai berkurang cukup drastis. Pada awalnya diperkirakan ada sekitar 451 buah kereta kuda yang menghiasi jalanan, namun pada tahun 1955 jumlah merosot drastis menjadi 46 buah saja. Jumlah penurunan yang pesat diakibatkan oleh beberapa faktor, salah satunya munculnya transportasi lebih modern.

Walaupun jumlahnya terus berkurang, namun tidak bisa disangkal bahwa alat transportasi ini termasuk ciri khas budaya Indonesia. Hal ini terlihat dari baju khas yang biasa dikenakan oleh para kusir. Baju tersebut tampak nyentrik sehingga berhasil menarik perhatian wisatawan yang ingin mencoba sensasi menunggangi kereta kuda.

Di zaman serba canggih seperti sekarang, delman dianggap masih layak menghiasi jalanan. Meski masyarakat modern lebih mengedepankan efisiensi tinggi mungkin tidak setuju dengan pendapat ini, namun tidak dapat dipungkiri bahwa kereta kuda masih termasuk alat transportasi yang hingga kini masih menghiasi jalanan di beberapa kota.

Tags:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *