Mengenal Batu Safir (Sapphire)

batu saifrSalah satu budaya di indonesia adalah mengkoleksi batu mulia atau batu akik. Kali ini kita akan membahas batu safir (sapphire)

1.    Asal Batu Safir

Safir umum pula disebut sebagai batu biru, merupakan batu mulia yang dihasilkan mineral korundum, sebuah alumunium oksida, sebagaimana rubi. Mineral lainnya dalam jumlah sedikit, seperti besi, titanium, kromium dan tembaga dapat menyebabkan korundum berwarna biru, kuning, oranye, hijau dan ungu. Untuk warna merah mengakibatkan terbentuknya rubi.

2.    Ciri-ciri Batu Safir

a.    Bentuk : Kristal, tergantung pemolesan.
b.    Warna : Semua warna kecuali merah.
c.    Kandungan : Corundum dengan komposisi kimia Al2O3.
d.    Indeks Bias : 1,762 – 1,770.
e.    Pembiasan Ganda : 0,008 – 0,010.
f.    Berat Jenis : 4,00.
g.    Skala Kekerasan : 9.

3.    Penilaian Batu Safir

Sebagaimana Zamrud, Safir juga dinilai dengan menggunakan kriteria 4C, yaitu :

a.    Color (Warna) : Warna Safir sangat beragam, kecuali merah. Untuk menilai Safir yang bagus, maka perhatikan kekuatan saturasi warnanya.

b.    Clarity (Kejelasan) : Safir memiliki kejelasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan Rubi, kecuali Safir biru yang memiliki sedikit inklusi.

c.    Cut (Pemotongan) : Pemotongan Safir yang baik akan menghasilkan batu yang bercahaya. Makin bagus pemotongannya maka nilainya makin tinggi pula.

d.    Carat Weight (Karat) : Batu Safir biru ukurannya sangat beragam sehingga lebih mudah menemukan Safir biru yang besar daripada batu Rubi besar.

4.    Jenis-jenis Batu Safir

a.    Safir Biru : Batu ini yang sangat umum dikenal sebagai Safir. Warnanya biru, dengan tambahan sedikit warna ungu, violet, atau hijau. Warna ungu dan violet menandakan keindahan yang tinggi, sedangkan hijau menurunkan nilai Safir, dan ini juga akan menurunkan nilainya. Gambarannya adalah untuk Safir kualitas bagus, warna biru adalah sebesar 85%, sedangkan warna tambahannya hanya 15%, itupun hanya untuk ungu dan violet. Salah satu Safir biru terbesar dan berkualita yang pernah ada adalah Logan Safir berkarat 423, saat ini disimpan di National Museum of Natural History, Washington DC. Selain itu Safir 18 karat, dalam cincin pertunangan Putri Diana dan Kate Middleton juga paling terkenal didunia.

b.    Safir Warna Lain : Safir ditemukan pula dalam warna kuning, hijau, merah muda, oranye, cokelat dan tanpa warna. Untuk Safir merah muda perlu dibedakan dengan Rubi, yaitu dengan melihat saturasi warnanya.

c.    Padparadscha : Safir ini memiliki warna yang halus sampai merah muda oranye atau sebaliknya. Sangat langka dihasilkan secara alami, sebab saat ini ada teknologi untuk membuat Safir biasa menjadi padparadscha. Umumnya diperoleh di penambangan di Sri Lanka, Vietnam, dan Afrika Timur. Nama padparadscha diperoleh dari bahasa sansekerta yang artinya warna seperti bunga teratai.

d.    Safir Kashmir : Tentu batu mulia ini dihasilkan di Kashmir India. Memiliki kehalusan dan warna biru yang indah. Safir ini tergolong sangat langka, sehingga harganya pun mahal. Maka untuk menemukan Safir Kashmir lebih mudah lewat pelelangan perhiasan. Pada November 2013, di Jenewa, sepasang Safir Biru Kashmir terjual seharga US$ 8.358.520 atau senilai sekitar Rp 100 miliar.

e.    Safir Bintang : Bentuk bintang atau asterism akan tampak saat safir jenis ini disinari dengan cahaya tunggal. Beberapa jenis safir bintang yang berkualitas bagus dan karat tinggi, diantaranya :
–    Black Star of Queensland, dengan berat 733 karat.
–    Star of India dengan berat 563,4 karat, saat ini dipamerkan di American Museum of Natural History New York.
–    Star of Bombay berkarat 182, saat ini tersimpan di National Museum of Natural History Washington DC.

f.    Safir Sintetis : Tahun 1902, seorang ahli kimia Perancis bernama Auguste Verneuil, berhasil menemukan cara untuk membuat safir sintetis atau buatan. Sampai saat ini produksi safir sintetis terus dilakukan untuk memenuhi permintaan pasar.

5.    Daerah Penghasil Batu Safir di Indonesia

Jawa Tengah, terutama Pacitan, dikenal sebagai penghasil Safir di pulau Jawa, meski sekarang produksinya menurun sangat drastis.

6.    Cara Memperoleh Batu Safir

a.    Batu Safir sebagaimana batu mulia lainnya, diperoleh dengan menambang. Tentunya yang diperoleh adalah batu safir alami dengan kualitas tinggi. Penambangan inilah yang kemudian membuat harga safir alami sudah pasti lebih mahal.

b.    Pembuatan batu safir sintetis. Sebagaimana telah disebutkan, pembentukan tiruan safir telah ada sejak tahun 1902. Setelah itu banyak perusahaan yang menghasilkan safir sintetis untuk memenuhi permintaan pasar perhiasan.

7.    Khasiat Batu Safir

a.    Safir dipercaya mampu memberikan energi yang menenangkan dan membuat anggun pemakainya.

b.    Batu safir dipercaya dapat memberikan kedamaian dan kejernihan berpikir bagi pemakainya. Kedamaian dan kejernihan berpikir akan menimbulkan optimisme dalam hidup, sehingga cocok digunakan untuk orang yang bergelut dibidang keilmuan dan bisnis.

c.    Dalam bidang kesehatan, safir dipercaya dapat meningkatkan kadar potasium, magnesium, kalsium dan meringankan depresi mental.

d.    Safir dipergunakan untuk batu kelahiran bulan September.

8.    Harga Batu Safir

a.    Harga Emperan
Batu safir atau cincin safir yang dijual di emperan dibanderol sekitar Rp 75.000 sampai ratusan ribu, tergantung pada kealamiahannya.

b.    Harga Toko
Batu safir sintetis kualitas bagus harganya sekitar ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Terkadang batu safir sintetis dibuat dari safir alami yang kualitasnya kurang bagus. Untuk safir alami yang tidak perlu banyak perlakuan kecuali pemotongan agar bentuknya bagus, harganya bisa puluhan juta bahkan miliaran rupiah.

9.    Cara Mengenali Batu Safir Safir Asli

Agar tidak tertipu saat membeli safir, maka setidaknya lakukan keempat langkah berikut ini :
a.    Perhatikan adanya serat. Setiap batu safir memiliki serat yang kadang jelas terlihat. Untuk memperjelas maka pergunakan alat bantu seperti lup (kaca pembesar), sebab serat batu safir kadang tidak terlihat mata telanjang karena sangat halus.

b.    Sinari batu safir dari satu arah, maka akan timbul bentuk six star terutama untuk safir bintang. Pembiasan cahaya yang dihasilkan juga cukup indah.

c.    Berat jenis batu safir asli lebih tinggi dibandingkan yang imitasi.

d.    Batu safir atau permata jenis lainnya terasa lebih dingin saat ditempelkan pada permukaan kulit. Uji ini sangat mudah untuk dilakukan.

loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge