Mengenal Batu Chyrsoberyl

batu chyrsoberyl alexandrite mata kucingSalah satu budaya di indonesia adalah mengkoleksi batu mulia atau batu akik. Kali ini kita akan membahas batu Chyrsoberyl yang biasanya dikenal dengan nama batu alexandrite atau batu mata kucing.

1.    Asal

Chrysoberyl mengandung arti “warna emas”. Batu chrysoberil terjadi akibat proses yang disebut pegmatitic. Proses tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut, magma dalam bumi naik keatas kemudian tertahan tidak sampai pada permukaan bumi, kemudian membeku. Selanjutnya air masuk kedalam rongga batuan sehingga terbentuklah Kristal. Dengan beragam reaksi kimia, antara mineral magma, batuan dan air, yang membutuhkan waktu lama serta tekanan tinggi, kemudian terbentuklah batuan pegmatit. Termasuk didalamnya batu mulia jenis Chyrsoberyl.

2.    Ciri-ciri

a.    Bentuk : Kristal, tergantung pemolesan.
b.    Warna : Hijau kebiruan di siang hari, merah keunguan di lampu pijar.
c.    Kandungan : Chyrsoberyl dengan komposisi kimia BeAl2O4.
d.    Indeks Bias : 1,746 – 1,755.
e.    Pembiasan Ganda : 0,008 – 0,010.
f.    Berat Jenis : 3,73.
g.    Skala Kekerasan (Mohs) : 8,5.

3.    Penilaian Chyrsoberyl

a.    Color (Warna) : Chyrsoberyl jenis Alexandrite yang bagus adalah berwarna hijau kebiruan di siang hari dan menjadi merah keunguan dibawah lampu pijar. Perlu diperhatikan, perubahan warna tersebut tidak sepenuhnya, sebab masih menyisakan sekitar 15% warna asal.

b.    Clarity (Kejelasan) : Chyrsoberyl menunjukkan transparansi yang cukup baik, sehingga hal ini dapat dipergunakan sebagai salah satu standar penilaian.

c.    Cut (Pemotongan) : Pemotongan chrysoberil umumnya mengikuti teknik pemotongan yang dilakukan terhadap batuan lainnya. Bentuk hati dan triliun jarang, namun tetap tersedia.

d.    Carat Weight (Karat) : Makin besar karat yang dimiliki tentu akan mempengaruhi nilai dari chrysoberil. Tentu saja dengan pertimbangan faktor lainnya pula.

e.    Treatment (Perlakuan) : Chyrsoberyl asli tanpa banyak perlakuan akan memiliki harga atau nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang mendapat banyak perlakuan. Perlakuan umumnya berupa pencelupan, penambahan dan sebagainya dengan tujuan penyempurnaan Chyrsoberyl yang kualitasnya rendah.

4.    Jenis-jenis Chyrsoberyl

Pembagian jenis Alexandrite didasarkan pada bentuknya sebagai berikut :

a.    Chyrsoberyl biasa : Merupakan batu mulia yang mengalami perubahan dari kuning ke hijau. Jenis ini dianggap paling biasa dan nilainya paling rendah dibandingkan dua jenis lainnya.

b.    Alexandrite : Chyrsoberyl jenis ini mampu berubah warna, hijau kebiruan di siang hari dan pada malam hari dengan penerangan lampu pijar warnanya menjadi merah. Para penggemar batu mulia menyebutnya “Zamrud di siang hari, Rubi di malam hari”. Batuan natural jenis ini paling dicari sebab keunikan dan kelangkaannya, sehingga harganya paling mahal dibanding yang lain. Alexandrite pertama kali ditemukan di Pegunungan Ural Rusia pada tahun 1830, sehingga diberi nama sesuai penguasa Rusia saat itu Czar Alexander II.

–    Alexandrite terkenal :

o    Whitney Alexandrite : Memiliki berat 17,08 karat, batu ini dihasilkan pada tambang hematite di Minas Gerais Brazil. Sekarang disimpan di Smithsonian Institution.

o    43 karat Gem : Alexandrite 43 karat yang disimpan di Natural History Museum, London.

o    66 karat Gem : Alexandrite berasal dari Sri Lanka dengan berat 65,70. Batu mulia ini juga dikoleksi di Smithsonian Institution.

o    Bancroft Crystal : Kristal Alexandrite berukuran 6,4 cm yang menjadi koleksi University of California Santa Barbara.

o    Fersman crystal : Merupakan grup Kristal Alexandrite Kochubei Drusy. Terdiri dari 22 buah kristal sehingga total beratnya lebih dari 5 kg. Batu ini menjadi koleksi Fersman Mineralogical Museum di Moscow.

c.    Cat’s Eye : Jika Alexandrite mampu menampilkan dua warna berbeda dengan sumber cahaya berbeda, Cat’s Eye menampilkan dua fenomena dalam satu batu. Inklusi yang ditimbulkan berupa jarum, sehingga mirip sekali dengan mata kucing. Cat’s Eye mulai popular di abad 19 saat Duke of Connaught memberikan cincin dengan Cat’s Eye sebagai hadiah pertunangan.

–    Mata Singa adalah Cat’s Eye terbesar yang ditemukan dalam sejarah dengan berat 465,87 karat. Batu mulia ini ditemukan di Sri Lanka dan secara turun-temurun dimiliki oleh keluarga seorang bangsawan lokal. Pada tahun 2006 batu ini muncul kembali lewat tangan pedagang batu mulia Jeffery Bergman of Primagem, Bangkok.

d.    Chyrsoberyl Sintetis : Salah satu Chyrsoberyl yang dapat dibuat tiruannya atau sintetis adalah Alexandrite. Pembuatannya adalah dengan menggunakan metode floating zone. Metode ini ditemukan oleh ilmuwan Armenia bernama Khachatur Saakovich Bagdasarov ditahun 1964. Membutuhkan waktu hanya 15 hari untuk terbentuk. Sangat hemat biaya dan waktu, sehingga industri perhiasan banyak membuat Alexandrite sintetis.

5.    Daerah Penghasil Chyrsoberyl Di Indonesia

Martapura Kalimantan merupakan andalan Indonesia untuk penghasil batu mulia. Chyrsoberyl juga dihasilkan disini, terutama jenis Cat’s Eye. Pemasaran Cat’s Eye di Indonesia memang cukup tinggi.

6.    Cara Memperoleh

a.    Penambangan adalah cara utama untuk memperoleh Chyrsoberyl alami. Rusia dahulu adalah satu-satunya penghasil batuan Chyrsoberyl, namun saat ini banyak penambangan juga dilakukan di negara lain, seperti Sri Lanka, Burma, Amerika dan juga Indonesia.
b.    Pembuatan Chyrsoberyl lewat industri perhiasan. Sejak ditemukannya cara untuk membuat batu sintetis, maka industri pun menghasilkan batu mulia sintetis untuk memenuhi kebutuhan pasar yang tinggi. Meski telah banyak tersedia Chyrsoberyl sintetis, yang alami tidak pernah kalah pamor. Salah satu cara untuk menentukan nilainya tentu dengan bantuan ahli dan adanya sertifikat.

7.    Khasiat Batu Chyrsoberyl

a.    Perhiasan adalah kegunaan utama untuk Chyrsoberyl. Batu mulia ini mampu memancarkan keindahan bagi pemakainya.

b.    Batu ini dipercaya mampu menjauhkan dari ancaman bahaya, mengubah energi negatif menjadi positif dan memberikan kedamaian serta keberuntungan bagi pemiliknya.

c.    Alexandrite dipergunakan untuk batu lahir bulan Juni.

8.    Harga

a.    Harga Emperan
Cat’s Eye banyak tersedia di penjual batu mulia emperan atau kios kecil. Harganya bervariasi antara Rp 75.000 sampai ratusan ribu rupiah tergantung pada karatnya.

b.    Harga Toko
Rata-rata harga Chyrsoberyl jenis Alexandrite dan Cat’s Eye alami diatas 10 juta rupiah. Untuk kualitas dibawahnya atau sintetis, harga masih diatas Rp 500.000

9.    Cara Mengenali Chyrsoberyl Asli

a.    Mempergunakan semua kriteria penilaian yang telah disebutkan sebelumnya. Tentu saja untuk menentukan indeks bias, berat jenis dan pembiasan ganda diperlukan alat bantu dan bantuan ahli batu mulia.

b.    Batu permata asli terasa dingin saat disentuhkan pada kulit.

c.    Mengajak teman atau orang yang berpengalaman dalam bidang batu mulia akan sangat membantu dalam mengenali keaslian batu mulia. Mengenali batu mulia adalah ilmu yang diajarkan secara praktik. Tanpa praktik atau uji lapangan maka penilaian keaslian akan meragukan.

d.    Belilah pada pedagang batu mulia yang benar-benat terpercaya.

loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge