Manfaat dan Gerakan Senam Lantai Untuk Melatih Keseimbangan

Apakah Anda ingin memulai pola hidup sehat? Tepat sekali, kesehatan adalah sesuatu hal penting dan perlu diperhatikan oleh setiap orang. Ada banyak kebiasaan baik yang bisa menjadi upaya kita untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Salah satunya adalah senam lantai.

Jenis olahraga ini pasti sudah tidak asing Anda dengar karena jenis olahraga ini sudah populer di banyak kalangan yang mulai menerapkan pola hidup sehat.Yuk kenali apa itu senam lantai dan sejarahnya agar Anda semakin yakin untuk mulai melakukan pola hidup sehat dengan berolahraga.

Pengertian Senam Lantai

Senam lantai atau tumbling merupakan salah satu jenis olahraga dengan latihan yang melibatkan gerakan akrobatik, yakni gerakan berguling, berputar, bertumpu pada tangan, dan meloncat di atas matras atau lantai. Jenis olahraga ini tidak membutuhkan peralatan tambahan seperti jenis olahraga lainnya.

Beberapa ahli kesehatan dan olahraga seperti Budi Sutrisno (2010) mengungkapkan bahwa pengertian senam lantai adalah jenis olahraga yang mengacu pada gerak dengan kombinasi terpadu dan menjelma dari setiap anggota tubuh. Senam lantai juga menggunakan kemampuan motorik dan gerak seperti kekuatan, kecepatan, keseimbangan, kelenturan, dan ketepatan.

Sejarah Senam Lantai

Tahukah kamu bahwa senam ternyata sudah ada sejak zaman Yunani kuno. Sekitar abad ke-20, senam mulai populer di beberapa belahan dunia. Perkembangan zaman membawa jenis olahraga yang satu ini juga tersebar luas hingga akhirnya memiliki banyak cabang jenisnya, salah satunya adalah senam lantai.

Sedangkan jenis olahraga senam pertama kali masuk ke Indonesia sekitar tahun 1912 saat masa penjajahan Belanda. Kehadiran jenis olahraga ini dibarengi dengan ditetapkannya pendidikan kebugaran jasmani sebagai mata pelajaran wajib di sekolah. Saat itu senam yang pertama kali dikenalkan adalah senam versi Jerman yang lebih menekankan pada gerakan yang kaya akan alat pendidikan. Setelah itu, sejak tahun 1916 jenis olahraga senam di Indonesia beralih menjadi senam sistem Swedia yang lebih menekankan manfaat gerakan senam.

Penemu senam lantai pertama kali adalah Dr. H. F. Minkema, seorang perwira kesehatan asal angkatan laut kerajaan Belanda. Pada tahun 1918, Minkema mulai membuka kursus senam Swedia ini di Indonesia. Karena semakin populernya senam lantai di kalangan orang pribumi, maka didirikanlah organisasi PERSANI (Persatuan Senam Indonesia) pada 14 Juli 1963. Tujuan organisasi ini adalah membina para atlet senam yang berbakat.

Manfaat Senam Lantai

  1. Meningkatkan Fleksibilitas
    Senam lantai dapat meningkatkan fleksibilitas tubuh. Fleksibilitas dapat melindungi tubuh dari cedera otot dan anggota tubuh lainnya. Berlatih gerakan senam lantai akan melatih otot dan sendi Anda lebih lemas dan fleksibel sehingga terhindar dari cedera serius pada otot.
  2. Menurunkan Resiko Penyakit
    Gerakan senam lantai juga akan melatih tubuh agar lebih kuat dan sehat. Banyak studi yang mengatakan orang dewasa dengan aktifitas fisik yang baik akan memiliki resiko lebih rendah terkena kanker, asma, penyakit jantung, diabetes, obesitas, dan penyakit beresiko lainnya.
  3. Memperkuat Tulang
    Rupanya manfaat gerakan senam lantai tidak hanya untuk sendi dan otot saja, melainkan berpengaruh pada tulang terutama orang dewasa. Senam lantai mampu menambah massa tulang dan memeliharanya agar tetap sehat dan kuat.
  4. Kekuatan dan Kesehatan Otot
    Gerakan senam lantai dapat memperbesar 30% perpanjangan otot dibandingkan orang yang tidak melakukan senam lantai. Hal ini menunjukan jika berlatih senam lantai mampu menjaga kesehatan otot dengan meningkatkan refleks otot dan perpanjangan otot.
  5. Memperbaiki Postur
    Berlatih senam lantai mampu mengontrol dan mempertahankan postur tubuh dengan baik. Gerakan senam lantai membuat koordinasi dan keseimbangan tubuh yang baik dan berpengaruh pada postur tubuh secara langsung.
  6. Koordinasi dan Keseimbangan
    Koordinasi dan keseimbngan yang baik tentu diperlukan untuk kesehatan tubuh karena merekalah yang menggerakan kesadaran tubuh seseorang. Gerakan senam lantai dapat bermanfaat untuk mengontrol dan menstabilitaskan setiap anggota tubuh secara keseluruhan. Hal ini dapat berdampak baik untuk tumbuh kembak anak.

Gerak-Gerakan Senam Lantai

1. Sikap Lilin
Gerakan sikap lilin dalam senam lantai adalah posisi saat seluruh lurus dan bertumpu pada bahu dengan kondisi siku tangan membantu menopang berat tubuh di pinggang. Jika Anda memiliki keluhan hipertensi,glaukoma, atau Anda seorang wanita hamil bisa menghindari gerakan senam lantai yang satu ini.

senam lantai sikap lilin

2. Berguling ke Depan (Forward Roll)
Forward Roll atau berguling ke depan adalah salah satu gerakan dasar dari senam lantai. Cara melakukan gerakan berguling ke depan dapat dimulai dari posisi berdiri, lalu berjongkok dengan tangan menjulur ke depan dan terbuka selebar bahu. Setelah itu masukan dagu ke dekat dada sambil mengarahkan kepala ke lantai. Kemudian terakhir dorong tubuh ke depan dengan kaki sampai akhirnya mendarat dengan berdiri.

3. Berguling ke Belakang (Backward Roll)
Gerakan berguling ke belakang hampir mirip dengan gerakan berguling ke depan namun ke arah ke belakang. Anda bisa memulai dengan menekuk tubuh pada posisi squat dengan tangan terlentang ke depan. Setelah itu perlahan turunkanlah bokong ke lantai dengan diikuti punggung.

4. Berdiri dengan Tangan (Handstand)
Berdiri dengan dua tangan juga menjadi gerakan yang paling sering digunakan pada olahraga lain seperti yoga, tarian modern, dan sebagainya. Gerakan senam lantai ini dilakukan dengan tangan menopang seluruh tubuh dalam keadaan stabil dan posisi terbalik menggunakan tangan.

senam lantai berdiri dengan tangan

5. Kayang (Bridge)
Kayang adalah gerakan senam lantai dengan posisi tubuh yang bertumpu pada kedua tangan dan kaki. Gerakan kayang menggerakan punggung membentuk busur dengan posisi abdomen menghadap ke langit-langit. Butuh punggung yang lentur, gerakan ini perlu dilatih secara rutin agar menghindari cedera.

6. Loncat Harimau
Senam lantai dengan gerakan loncat harimau dapat dilakukan dengan melibatkan lompatan ke depan dengan dua tangan lurus ke depan. Setelah itu dilanjutkan dengan berguling ke depan dan berakhir dengan posisi jongkok.

7. Cartwheel
Gerakan Cartwheel adalah gerakan senam lantai dengan jungkir balik yang memutar seluruh tubuh ke samping dengan tumpuan pada tangan. Cartwheel dapat mulai dilakukan dengan posisi berdiri dengan posisi tubuh bagian atas condong ke depan. Lanjutkan dengan salah satu kaki maju kemudian membentuk sudut siku. Lalu mulailah memutar tubuh ke arah belakang atau samping.

gerakan senam lantai cartwheel

8. Child’s Pose
Untuk melakukan gerakan senam lantai Child”s Pose Anda perlu memanjangkan kedua tangan kedepan, lalu lebarkan lutut sambil jari menyentuh satu sama lain. Kemudian turunkan dada di antara paha menyentuh lantai.

9. Pose Kupu-kupu
Pose kupu-kupu atau butterfly adalah gerakan senam lantai dengan membentuk posisi tubuh memegang kaki dengan kedua tangan sambil meluruskan punggung. Hal ini agar tangan, punggung, dan bahu akan tertarik.

Nah, itulah beberapa gerakan senam lantai yang dapat Anda coba untuk dilakukan di rumah. Mudah bukan? Jenis olahraga ini bahkan tidak memerlukan tutor atau alat olahraga lain yang ribet dan mahal. Jenis olahraga ini cocok Anda lakukan jika ingin memulai pola hidup sehat secara sederhana. Selamat mencoba.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *